Langsung ke konten utama

Ponpes Hasyim Asy'ari Tebu Ireng

        PONDOK PESANTREN TEBU IRENG
Hasil gambar untuk ponpes tebuireng 


       Pondok Pesantren Tebuireng didirikan oleh KH. Hasyim Asy'ari pada tahun 1899. Pondok Tebu Ireng terletak di Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Selain materi pelajaran mengenai pengetahuan agama Islam, ilmu syari’at, dan bahasa Arab, pelajaran umum juga dimasukkan ke dalam struktur kurikulum pengajarannya. Pesantren Tebu Ireng telah banyak memberikan konstribusi dan sumbangan kepada masyarakat luas baik, terutama dalam dunia pendidikan Islam di Indonesia.
 
     Seiring dengan perjalanan waktu, santri yang berdatangan menimba ilmu semakin banyak dan beragam telah mendorong Pondok Pesantren Tebuireng untuk melakukan perubahan kebijakan pendidikan.Yaitu sistem pengajaran awal yang digunakan adalah metode sorogan (santri membaca sendiri materi pelajaran kitab kuning di hadapan guru), serta metode weton atau bandongan atau halqah (kyai membaca kitab dan santri memberi makna). Semua bentuk pengajaran tersebut tidak dibedakan dalam jenjang kelas. Kenaikan tingkat pendidikan dinyatakan dengan bergantinya kitab yang khatam (selesai) dikaji dan diikuti santri. Materi pelajarannya pun khusus berkisar tentang pengetahuan agama Islam, ilmu syari’at dan bahasa Arab.
    
   Perubahan sistem pendidikan di pesantren ini pertama kali diadakan Kyai Hasyim Asy’ari pada tahun 1919, yaitu dengan penerapan sistem madrasi (klasikal) dengan mendirikan Madrasah Salafiyah. Sistem pengajaran disajikan dalam dua tingkat, yakni Shifir Awal dan Shifir Tsani.
   
    Tahun 1929, kembali dilakukan pembaharuan, yaitu dengan memasukkan pelajaran umum ke dalam struktur kurikulum pengajaran. Hal tersebut adalah suatu tindakan yang belum pernah ditempuh oleh pesantren lain pada waktu itu. Sempat muncul reaksi dari para wali santri, bahkan para ulama dari pesantren lain. Hal demikian dapat dimaklumi mengingat pelajaran umum saat itu dianggap sebagai kemunkaran, budaya Belanda dan semacamnya. Hingga terdapat wali santri yang sampai memindahkan putranya ke pondok lain. Namun, madrasah ini berjalan terus karena Pondok Pesantren Tebuireng beranggapan bahwa ilmu umum akan sangat diperlukan bagi para lulusan pesantren.
  
     Dalam perjalanan sejarahnya, hingga kini Pesantren Tebuireng telah mengalami 7 kali periode kepemimpinan sebagai berikut :
  1. KH. Muhammad Hasyim Asy’ari : 1899 – 1947
  2. KH. Abdul Wahid Hasyim           : 1947 – 1950
  3. KH. Abdul Karim Hasyim           : 1950 – 1951
  4. KH. Achmad Baidhawi               : 1951 – 1952
  5. KH. Abdul Kholik Hasyim          : 1953 – 1965
  6. KH. Muhammad Yusuf Hasyim   : 1965 – 2006
  7. KH. Salahuddin Wahid               : 2006 - sekarang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pondok Pesantren Muqoddasah

        ⇨   PONDOK PESANTREN MUQODDASAH Add caption SEJARAH   Pondok Muqaddasah diresmikan pada 18 Oktober 1992. Pondok ini terletak di Desa Nglumpang, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo. Pondok pesantren Tahfidz Muqoddasah ini diasuh oleh salah satu dari tiga pimpinan pondok Gontor . Yaitu KH. Hasan Abdullah Sahal.   Pengajar pendidikan tahfiz al-Quran adalah alumni ma’had tahfiz al-Quran berbagai daerah di Indonesia(Malang, Kudus, Jepara, Pati, Sulawesi, Bogor, Demak, Purwodadi dan lain-lain).Pengajar pendidikan formal Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) adalah para alumni  perguruan tinggi dan alumni pondok modern Darussalam Gontor Ponorogo. AKTIFITAS A.HARIAN 03.30 – 04.45 Bangun pagi, mandi, shalat Subuh 04.45 – 07.00 Tasmi’ (dengar), tambahan hafalan al-Quran 07.00 – 07.30 Sarapan pagi dan persiapan masuk sekolah 07.30 – 11.45 Belajar dal...

Pondok Pesantren AL-Ishlah

       " PONDOK PESANTREN AL-ISLAH LAMONGAN"  Add caption SEJARAH      Pondok Pesantren Al-Ishlah didirikan pada 13 September 1986 oleh Drs. Muhammad Dawam Saleh,  sarjana filsafat UGM yang juga alumni Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo. Pondok yang terletak di Desa Sendangagung, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan ini hanya berupa sebuah rumah tua di atas lahan seluas 25 m x 35 m. Dari rumah inilah Muhammad Dawam mengawali pembinaan santri-santri pertamanya yang tak lebih dari 10 orang.     Seperti dikatakan Muhammad Dawam, keinginan untuk mendirikan pesantren sebenarnya telah muncul pada dirinya sejak masih belajar di Pondok Modern Gontor, Ponorogo. Saat menjalani masa pengabdiannya sebagai guru di Kulliyatul Muallimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Gontor antara 1972-1977 itulah keinginan untuk mendirikan pesantren itu lahir. Keberhasilan K.H. Ahmad Sahal, K.H. Zainuddin Fann...

Pondok Pesantren Darul Fikri

    PONDOK PESANTREN DARUL FIKRI              BRINGIN KAUMAN PONOROGO    Pondok Pesantren Darul Fikri adalah sebuah lembaga pendidikan Islam di bawah Yayasan Darul Fikri Bringin, Kauman, Ponorogo, Jawa Timur yang didirikan dalam rangka ikut berpartisipasi dan berupaya dalam membina dan menyiapkan generasi muslim yang lurus aqidahnya (shahihul aqidah), berakhlak mulia (karimul akhlak) dan senantiasa meneladani jejak Rosululloh Shallallahu Alai Wasallam dan para Salafus Shalih.     Kurikulum formal mengacu pada Kementrian Agama dan kurikulum berbasis Pesantren di terapkan di Pondok Pesantren Darul Fikri. kurikulum formal bertujuan untuk menjamin mutu pendidikan nasional, sedangkan kurikulum berbasis pesantren menanamkan sikap dan prinsip hidup islami.      Kurikulum pesantren juga juga mengajarkan kemampuan bahasa asing yaitu bahasa Arab dan Inggris dengan tujuan san...